Jumat, 27 Juli 2012

Perang Pandan, Tenganan 2012

Perang Pandan atau Geret Pandan atau Mekare-kare merupakan upacara untuk menghormati Dewa Indra di Banjar Tenganan Pegringsingan, Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali setiap satu tahun sekali.

5 Juni 2012 malam, di kamar tidurnya ia meng-scroll-scroll timeline twitternya karena kurang kerjaan. Sebut saja aku. Kebetulan, kakak sepupuku, sebut saja A (hehehee) datang berkunjung dari Gianyar.
Aku: "Kapan jalan-jalan? Ke Karangasem gitu."
A: "Hmm... sabtu, ya. Ke Tenganan. Kebetulan ada acara. Mau ikut gak? Kalau mau, sabtu pagi jam 8 kumpul di Gianyar."
Percakapan meja makan yang berakhir dengan jawaban "ya"-pun berakhir dengan A pulang ke Gianyar dan aku tidur.
 
Sehari sebelum kepergian, aku masih bisa leyeh-leyeh di kamar. "Hanya sampai Karangasem. Gak usah persiapan lebay. Dari besok pagi aja cukup."- pikiran anak SMA yang selalu menunda tugas.
Layar smartphone kurang layak pakai ini pun berubah menjadi panggilan masuk sekitar pukul 8.20.
A: "Jadi ikut besok? Kesa (adikku) juga ikut?"
Aku: "Jadi, ikut kok."
A: "Siap-siap, ya. Aku mau ke daerah Denpasar, sekalian jemput kalian. Empat puluh menit lagi sampe. Jangan lama-lama."
Aku-harus-gimana-sekarang?
Belum makan, rapi-rapi, charger-charger, ganti baju, dan harus yang mana dulu ini, pemirsaaaahh? Makan aja biasanya tiga puluh menit kalo di depan TV.
Pokoknya setelah persiapan yang ekstra ngebut, akhirnya tiba di Gianyar pukul 11.00 setelah keliling-keliling dulu.


 Pagi yang indah dan dingin tentunya. Jalan-jalan di pasar tradisional terdekat sambil makan sate adalah hal yang jarang-jarang ini. 
Berangkat pukul 9.30 sampai 10.51. Langsung capcuss menuju rumah salah satu warga yang merupakan kenalan A.

Ita & Aku baru sampai
Setelah duduk, minum, dan santai, aku dan Ita berkeliling sebelum acara jam dua siang itu dimulai. Jam-dua *diulang* Baru kemudian nonton.





Diambil dengan Nikon D90 dan jangan tanya gimana caranya




Senjata utama

Setelah perjuangan dahsyat menonton acara dengan berpayung matahari dan di derai ombak manusia, momen pun terabadikan dalam sebuah foto yang diambil dengan... ah, susah banget medannya. Tinggi badan kurang mendukung pastinya. Dan kita kembali santai sebentar di rumah tadi sebelum pulang ke rumah :))

Ajung

Ajung

Kesa

Aku & Ita

Aku :3


Sampai jumpa, Tenganan!

Senin, 16 Juli 2012

Backpacker



Backpacker adalah derivat kata backpack. Akar katanya back dan pack. Back, yang di-Indonesia-kan ‘belakang’, berasal dari kata Inggris kuno baec. Consice Oxford Dictionary menyebut baec datang dari bahasa Jerman. Pack juga pinjaman bahasa Jerman; kata bendanya pak, kata kerjanya pakken. Penutur bahasa Jawa punya kata ‘pak’ (mis: sepuluh pak [sepuluh bungkus] ‘Jarum Filter’) dan bahasa Indonesia memiliki kata ‘paket’ (dari package) yang kira-kira semakna.

Menurut saya, Backpacker merupakan istilah untuk para traveler yang melakukan perjalanan di dalam negeri maupun luar negeri, dengan dana minimum. Membawa barang seperlunya dan dikemas ke dalam ransel yang digendong di punggung, serta menikmati setiap detail perjalanan.

http://google.com
http://artsons.wordpress.com/istilah-backpacker/